"Karena kalau ASN betul-betul ada di kendalinya Pemkot. Kita usahakan bulan ini (skrining massal)," tuturnya.
Jumlah keseluruhan pelaku usaha yang akan diskrining, kata Rahminingrum, masih menunggu data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Asosiasi Rumah Makan, Karaoke dan Pub (AROKAP).
"Tapi estimasi sekitar 6.000 lebih. Pokoknya masih banyak pelaku usaha daripada ASN," tutupnya.
Sebelumnya, Pemkot Kendari telah menyelesaikan skrining massal melalui metode rapid antigen bagi ASN, di halaman RSUD Kota Kendari. Skrining massal bagi 6.200 ASN itu dilaksanakan 5 Oktober-5 November 2020. Tujuannya, untuk menekan laju penyebaran COVID-19 di Kota Kendari. (B)
Reporter: Musdar
