KENDARI, TELISIK.ID - Sejumlah warga Kota Kendari mengalami kesulitan air bersih hingga memilih berhenti berlangganan PDAM. Pelanggan PDAM mengeluhkan distribusi air yang tidak lancar. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mereka terpaksa membeli air.

Warga mencurigai pendistribusian yang tidak sesuai perencanaan (topografi) wilayah Kendari, sehingga sulit terdistribusi dengan baik ke wilayah ketinggian.

Salah satu ibu lansia di Kelurahan Alolama, Kecamatan Mandonga, menuturkan, air PDAM sudah 5 tahun tidak mengalir dengan jadwal yang jelas. "Jujur kami kesulitan untuk air bersih selama ini," kata warga Alolama, Harsen.

Dia mengatakan, air mengalir kadang cuma 1 kali dalam sebulan, kadang juga sampai 3 bulan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, mereka mengambil di pegunungan, jalan sampai 2 kilometer menuju mata air, kemudian dipikul sampai di rumah.

Nurlia, warga Lorong Subsidi 2 Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, berpendapat, air PDAM saat ini macet dan tidak mengalami kejelasan jadwal mengalirnya kapan.