"Programnya sementara berjalan. Kita berharap BPN Muna menggenjotnya," ujarnya.
BPN sendiri mulai tahun ini telah memberlakukan pelayanan secara elektronik. Artinya, masyarakat yang ingin mengurus surat-surat tanahnya, tidak harus lagi datang ke Kantor BPN. Cukup mengunduh aplikasi BPN.
"Pelayanan elektronik sudah dimulai. Kita target 2024-2025, semuanya tidak lagi dilakukan secara manual. Saat ini masih mempersiapkan kualitas data pertanahan," terangnya.
Ia juga manyampaikan apresiasi pada Pemkab Muna yang telah memberi dukungan penuh terhadap kerja-kerja BPN.
Sementara itu, Wakil Bupati Muna, Abdul Malik Ditu mengatakan, mendukung penuh program yang dicanangkan BPN. Sebab, ia menyadari, bila persoalan tanah tidak dituntaskan dengan baik, maka akan mengganggu jalannya pembangunan di daerah. (B)
