Ali Mazi juga menanggapi berbagai kritik dari masyarakat mengenai pembangunan gedung baru tersebut.
"Saya kira kritik itu biasa saja, nanti kalau sudah selesai kan masyarakat juga nikmati. Memang yang namanya membangun pasti ada yang percaya, ada yang tidak, ada kritik, tapi itu biasa-biasa saja. Kita kan hanya menjalankan tugas negara, tugas pemerintah," bebernya.
Senada, Kepala Dinas Cipta Karya, Fahri Yamsul menerangkan, gedung 22 lantai tersebut juga akan dijadikan tower di lantai paling atas, bisa dimanfaatkan oleh stasiun televisi atau pun media-media lain yang berpartisipasi dalam pembangunan gedung.
Sedangkan, lantai dasar terdiri dari parkiran yang dapat menampung seribu lebih kendaraan roda empat dan roda dua. Lantai 1 dan 2 adalah fasilitas umum pendukung, seperti ruang tamu dan lain-lain sebagainya, lantai 3 aula, pertemuan yang dapat menampung 2000 sampai 3000 peserta.
"Lantai 4 dan 5 adalah ruang penghubung untuk kabupaten/kota, adalah ruang Kepala Biro Hukum BPJB," bebernya.
