Ia juga menyoroti masih adanya lulusan perguruan tinggi yang menghadapi kesulitan memperoleh pekerjaan. Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian serius seluruh institusi pendidikan tinggi.

"Kalau kurikulum tidak berubah, lulusan akan terus mengejar pekerjaan yang sudah berubah atau bahkan sudah tidak ada lagi," ujarnya.

Karena itu, perguruan tinggi didorong melakukan reorientasi kurikulum yang selaras dengan perkembangan industri, teknologi, dan kebutuhan global. Penguasaan bahasa asing, literasi digital, kecerdasan buatan, sertifikasi profesi, serta pengalaman internasional dinilai perlu menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Pelita Ibu, Dr. Hj. Rosmawati, M.Kes., menyampaikan bahwa perubahan status menjadi universitas bukanlah akhir dari perjalanan institusi yang dipimpinnya. Menurutnya, tantangan yang lebih besar justru dimulai setelah SK perubahan bentuk diterima.

Rosmawati menjelaskan bahwa proses transformasi menuju universitas telah diawali melalui penguatan sumber daya manusia, termasuk peningkatan jumlah dosen bergelar doktor yang selama ini menjadi perhatian dalam pengembangan institusi.