Sementara itu, modal harian yang dibutuhkan sekitar Rp 86 ribu, mencakup bahan baku seperti air, susu kental manis, gula, krimer, nutrijell, biji selasih, pewarna makanan, serta kemasan cup 12 oz lengkap dengan tutup dan sendok plastik.
Dari modal tersebut, pelaku usaha dapat memproduksi sekitar 40 cup es lumut per hari. Dengan harga jual Rp 5.000 per cup, potensi omzet harian bisa mencapai Rp 200 ribu.
Baca Juga: Peluang Usaha: Makanan Sehat Rumahan Mudah Ditemukan Bahannya
Setelah dikurangi modal harian, keuntungan bersih yang diperoleh sekitar Rp 114 ribu per hari. Jika konsisten berjualan selama 30 hari di bulan Ramadan, estimasi keuntungan bisa menembus Rp 3,42 juta per bulan.
Selain modal yang ringan, es lumut juga memiliki daya tarik dari segi tampilan dan rasa. Perpaduan warna jelly, cincau, dan susu membuat minuman ini terlihat menarik, sehingga mudah dipasarkan, terutama di area ramai seperti pinggir jalan, dekat masjid, sekolah, atau pusat takjil Ramadan.
