Dalam simulasi perhitungan harga, biaya produksi (HPP) per botol 1 liter diperkirakan sekitar Rp 10.000. Jika dijual dengan harga Rp 22.000 per botol, maka laba kotor per botol mencapai Rp 12.000.
Apabila target penjualan 120 botol per bulan tercapai, maka omzet kotor bisa menyentuh Rp 2.640.000. Setelah dikurangi total biaya bahan baku sebesar Rp 1.200.000, perkiraan laba kotor per bulan mencapai Rp 1.440.000.
Baca Juga: Peluang Usaha: Toko ATK Rumahan Modal Terjangkau dan Prospek Menjanjikan
Meski demikian, angka tersebut masih berupa simulasi. Keuntungan riil sangat bergantung pada harga bahan baku di masing-masing daerah, strategi pemasaran, serta konsistensi kualitas rasa.
Usaha kopi susu literan dinilai memiliki potensi pasar yang luas, mulai dari mahasiswa, pekerja kantoran, hingga keluarga. Penjualan bisa dilakukan melalui media sosial, grup WhatsApp, hingga sistem pre-order untuk menekan risiko kerugian.
