2. Jasa titip dan antar barang masih relevan
Peluang lain yang tetap diminati adalah jasa titip belanja (jastip). Layanan ini biasanya dibutuhkan oleh masyarakat yang ingin membeli barang tertentu tanpa harus datang langsung ke lokasi.
Usaha ini tergolong fleksibel karena dapat dijalankan sendiri dengan modal utama berupa transportasi dan komunikasi. Kisaran modal awalnya mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta.
Sementara itu, jasa antar barang atau dokumen dalam kota juga dinilai cukup menjanjikan. Layanan ini bisa dijalankan dengan memanfaatkan kendaraan pribadi seperti motor.
Modal awalnya berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta, tergantung kebutuhan bahan bakar, perlengkapan keamanan, serta promosi awal.
