Meski terlihat sederhana, calon pelaku usaha tetap perlu menghitung biaya bahan baku, minyak goreng, kemasan, gas, serta tenaga dan biaya operasional lainnya sebelum menentukan harga jual.
Sebagai gambaran, apabila satu porsi dijual Rp 5.000 dan biaya produksi langsung per porsi Rp 3.000, selisihnya sebesar Rp 2.000 per porsi sebelum memperhitungkan biaya lain. Jika terjual 30 porsi, selisih tersebut mencapai Rp 60.000, tetapi angka ini bukan laba bersih karena masih ada biaya operasional yang perlu dihitung.
Untuk menjaga kualitas, roti sebaiknya digoreng sesuai kebutuhan penjualan dan dikemas setelah uap panas berkurang agar tidak cepat lembek. Penjual juga perlu memperhatikan kebersihan proses produksi serta ketahanan isian makanan.
Dengan perencanaan modal, penghitungan biaya yang tepat, dan promosi yang konsisten, roti tawar goreng lumer dapat menjadi alternatif usaha rumahan yang bisa dimulai secara bertahap. (C)
Penulis: Erni Yanti
