KENDARI, TELISIK.ID - Memulai usaha tidak selalu membutuhkan modal besar. Di tengah perubahan kondisi ekonomi dan pola konsumsi masyarakat pada 2026, bisnis yang berkaitan dengan kebutuhan pangan, kesehatan, dan pendidikan dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan dalam jangka panjang.
Dilansir dari akun tiktok Motivasi Hidup, Rabu (28/10/2026), tiga sektor tersebut memiliki pasar yang luas karena berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Namun, keberhasilan usaha tetap bergantung pada strategi penjualan, pengelolaan modal, kualitas produk, dan kemampuan memahami kebutuhan konsumen.
Salah satu bidang yang dapat dicoba adalah bisnis makanan dan minuman. Kebutuhan masyarakat terhadap makanan membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menawarkan produk dengan harga terjangkau, mulai dari makanan ringan hingga makanan siap santap.
Calon pengusaha dapat memulai usaha seperti risol mayo, gorengan, nasi kuning, atau minuman cokelat rumahan dengan modal sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 1,5 juta, tergantung peralatan yang sudah dimiliki dan jumlah produksi awal.
Sebagai contoh, penjualan risol dengan harga Rp 3.000 per buah sebanyak 50 buah dapat menghasilkan omzet Rp 150.000 sehari. Jika biaya bahan baku, minyak, gas, dan kemasan mencapai Rp 90.000, keuntungan kotor yang diperoleh sekitar Rp 60.000 per hari.
