Peluang lainnya terdapat pada bidang pendidikan dan pengembangan keterampilan. Perkembangan teknologi digital mendorong kebutuhan terhadap kemampuan baru, seperti pemasaran digital, pembuatan konten media sosial, penulisan artikel, dan penguasaan bahasa asing.

Usaha jasa dapat menjadi pilihan bagi pemula yang memiliki keterampilan dan perangkat pendukung. Jika sudah memiliki telepon pintar atau laptop, modal awal untuk menawarkan jasa pembuatan konten atau penulisan dapat berkisar Rp 100.000 hingga Rp 500.000 untuk kebutuhan internet dan operasional.

Sebagai contoh, penyedia jasa konten media sosial yang mendapatkan tiga pelanggan dengan tarif Rp 500.000 per pelanggan setiap bulan berpotensi memperoleh pendapatan Rp 1,5 juta. Setelah dikurangi biaya operasional sekitar Rp 200.000, tersisa Rp 1,3 juta sebelum pajak dan biaya lainnya.

Meski demikian, pendapatan tersebut bergantung pada kemampuan mendapatkan pelanggan, kualitas pekerjaan, dan keberlanjutan kontrak. Pelaku usaha juga perlu membangun portofolio agar lebih mudah memperoleh kepercayaan calon pelanggan.

Ketiga sektor tersebut menawarkan karakteristik usaha yang berbeda. Bisnis makanan berpotensi menghasilkan perputaran uang harian, penjualan produk perawatan diri dapat dikembangkan melalui pelanggan berulang, sedangkan bisnis jasa memungkinkan seseorang memperoleh pendapatan tanpa harus menyimpan banyak stok barang.