"Semoga dengan kerja keras dan kerjasama antara PLN dan masyarakat, situasi ini segera membaik," ucap Munawir saat dikonfirmasi Telisik.id, Jumat (27/10/2023).
Pemadaman listrik ini dipicu oleh kurangnya pasokan listrik akibat gangguan yang disebabkan oleh fenomena El Nino.
"Kebutuhan listrik mencapai 170 MW, tetapi hanya terpenuhi 85 persen," ungkapnya.
Oleh karena itu, PLN melakukan pemadaman bergilir di beberapa wilayah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Fenomena El Nino memengaruhi produksi listrik dari beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH).
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselbar, Ahmad Amirul Syarif menyatakan, sistem kelistrikan Sulawesi Selatan saat ini sangat tergantung pada debit air, karena 33 persen pembangkit berasal dari PLTA.
