Upaya Melemahkan Legitimasi Presiden
Mencuatnya isu Sri Mulyani dan Basuki Hadimuljono akan mengundurkan diri. Jika ditelusuri, itu hanya gerakan perorangan semata yang dilakukan oleh ekonom senior Faisal Basri. Faisal ditenggarai sedang berjuang atas persepsi dirinya yang kecewa dengan kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Persepsi dirinya yang kecewa terhadap kepemimpin Presiden Jokowi tersebut yang kemudian dilemparkan oleh dirinya kepada publik mengenai “bumbu” informasi Sri Mulyani, Basuki Hadimuljojo, akan mengundurkan diri, termasuk juga lima menteri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Kisah mengenai mundurnya menteri-menteri dari kabinet memang pernah terjadi di masa Orde Baru. Presiden Soeharto ketika itu sedang mengalami krisis ekonomi, ternyata fakta kondisi di lapangan, jika dibiarkan Indonesia bisa kolaps. Kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintahan Soeharto juga dalam fase yang mengecewakan. Gelombang demonstrasi begitu tinggi terjadi setiap pekannya.
Presiden Soeharto ketika itu dengan menggunakan Konsep Andrain (Ramlan Surbakti, 1982: 93-94), Pemerintahannya sedang menghadapi krisis legitimasi, banyak hal yang disoroti seperti terjadinya krisis kebijakan, disertai krisis kepemimpinan, sekaligus terjadinya krisis identitas dari masyarakat. Ini semua terjadi karena ketidakbecusan Pemerintahan yang dijalankan oleh Soeharto sebagai Presiden.
