Langkah mundur menteri-menteri jika ditelusuri faktanya, diawali dari gerakan moral. Masyarakat kecewa atas kepemimpin Presiden Soeharto, kemudian gerakan moral dilakukan oleh tokoh-tokoh nasional yang merespons kegagalan pemerintahan Soeharto.

Dari gerakan moral itu merembes kepada pemikiran rasional para menteri, sehingga mereka berkumpul untuk berdiskusi menyikapi kondisi negara. Akhirnya dari satu menteri memilih mengundurkan diri yang secara bersamaan diikuti oleh menteri-menteri lainnya.  

Berkaca dari kasus di masa Orde Baru ini, tampak jelas dan diakui oleh Faisal Basri, ia meniru lemparan wacana tersebut dari kasus kejatuhan Orde Baru. Situasi di kementerian yang menyikapi kondisi negara yang sedang krisis ekonomi, menyebabkan Pemerintahan Orde Baru tumbang.

Padahal sehari sebelum gelombang mundurnya menteri-menterinya di kabinet. Presiden Soeharto berbicara dengan Ginandjar Kartasasmita sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) untuk membantu dirinya dalam menyusun Kabinet Reformasi.

Baca Juga: Riuh-Rendah Debat di Pilpres 2024