Faktor kerapuhan Soeharto jelas didasari oleh sikap menteri-menterinya di kabinet yang sudah tidak lagi sejalan dengan Pemerintahan dan juga pengelolaan pemerintahan yang dikritisi oleh mereka.

Cerita ini berbeda dengan saat ini. Faisal Basri, seolah tak menyadari ketika di masa Orde Baru kejadian menteri-menteri ekonominya mundur didasari oleh kesadaran sendiri. Refleksi diri itu lahir dari gerakan moral di masyarakat yang mengkritisi pengelolaan pemerintahan yang tengah terpuruk karena krisis.

Sementara itu, menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) sedang solid mendukung Pemerintahan. Pemerintahan juga masih didukung penuh oleh Legislatif. Pemerintahan juga sedang banyak memberikan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dalam berbagai program kebijakan ekonomi.

Pemerintahan Jokowi juga masih memperoleh kepuasan masyarakat yang cukup tinggi sekitar 70-75 persen. Meski dengan catatan dari kondisi politik Presiden Jokowi lagi disorot persoalan etis dan moral.

Akibat anaknya Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wakil presiden (cawapres), yang hadir karena keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang kontroversial. Persoalan ini secara politik dapat dikatakan masih pro dan kontra.