Andai pemasangan tiang pancang belum bisa dilakukan di penghujung tahun ini, maka Pj bupati meminta itu dilakukan bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Kolaka Utara Januari 2023.

"Itu target paling lambat yang disampaikan bupati kepada kuasa direktur saat bertemu di lokasi pembangunan smelter," jelasnya.

Baca Juga: Pegawai Kontrak Bapenda Sulawesi Selatan Gelapkan Dana Nasabah Rp 60 Juta

Kata Bachtiar, Pj bupati salah satu inisiator pembangunan smelter di Morosi ketika ia menjabat sebagai Wakil Bupati Konawe. Jika dibandingkan kondisi awal Morosi, maka kondisi tempat pembangunan smelter di Kolaka Utara saat ini jauh lebih siap.

"Menurut informasi, lokasi untuk kawasan industri smelter yang telah dibebaskan telah mencapai 50 hektare dan itu telah memenuhi syarat luas pembangunan smelter," bebernya.