Namun, Rusdi mengungkapkan, pihak pengelola BTN tidak berani membangun talut karena takut terkena pidana sebab kontrak pengerjaan telah dibatalkan.

“Karena dia takut sebenarnya itu. Coba dari awal dia sampaikan pasti akan kita bantu sampaikan ke pemilik lahan,” tutupnya.

Eca selaku Direktur Operasional PT Mahakarnya pengembang BTN Al-Fath menyampaikan, banjir yang menerjang rumah warga diakibatkan drainase di sekitar perumahan, jebol akibat debit air yang terlalu tinggi

“Debit air yang terlalu kencang tadi malam kita mau buat bagaimana juga pak, paling kita tunggu redahnya supaya bisa berbuat. Karena saya tidak buat drainase ini. Kita bisa lihat sendiri. Ini semua terbelah karena air,” ujarnya, Sabtu (9/3/2024).

Eca pun mengaku berkomitmen akan segera mengatasi persoalan yang terjadi akibat terjangan banjir yang membuat rumah warga di sekitar pembangunan BTN Al-Fath.