“Ini saya sudah kasih turun alat. Kita kerja, saya awasi langsung, kita juga bukan berdiam diri, bukan juga cari uang bawakan orang bencana. Tapi sekali lagi namanya juga air kita juga sudah berupaya. Makanya setiap ada permintaanya warga bantu bersihkan kita turun bantu bersihkan, tadi kita sudah turunkan 20 orang dari pekerja 20 orang dari dinas,” tambahnya.

Sementara itu, Amiruddin Alle (39), pemilik toko sembako dan makanan beku seberang jalan BTN Al-Fath, mengaku mengalami kerugian akibat adanya lumpur dan pasir yang menyebabkan tebalnya debu sepanjang jalan.

Baca Juga: Rumah Warga di Puuwatu Tertimpa Lumpur Diduga Akibat Pembangunan BTN

“Itu kalau masalah kerugian saya banyak sekali dirugikan. Kenyamanan pembeliku kasian terganggu, karyawan juga sudah ekstra kerjami, tadinya cuma khusus melayani, mereka ditambahkanmi pergi menyiram di jalan. Sebelumnya karena debu pembangunan kulkas saya sudah beberapa yang rusak karena tersumbat dari debu. Kalau saya tidak pasang barier di depan air masuk ke dalam. Baru saya punya strom ini terpasang di bawah lantai,” keluhnya, Sabtu (9/3/2024).

“Tidak pernah juga ada mereka mau siram-siram jalan, tidak pernah, dari awal. Mungkin mereka menyiram di wilayahnya ji mereka,” sambungnya.