WAKATOBI, TELISIK.ID - Sebagai kabupaten konservasi maritim, Kabupaten Wakatobi berkomitmen untuk mendukung program cagar biosfer secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

Hal ini didukung dengan hadirnya Bupati Wakatobi, Haliana sebagai salah satu perwakilan delegasi Wakatobi, Republik Indonesia (DELRI) yang ikut serta  mengikuti Sidang ke-34 International Coordinating Council  (ICC) Man of  Biosphere (MAB) Programme, UNESCO yang  diselenggarakan di HQ UNESCO Paris, Prancis pada tanggal 13-17 Juni 2022 kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, Delegasi Republik Indonesia dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Y. Purwanto DEA (Ketua Komite Nasional MAB Indonesia  BRIN) dan Prof. Dr. Ismunandar (Dubes/Dewatap RI untuk  UNESCO). Beberapa misi utama Delegasi RI terkait rencana periodic review tiga Cagar Biosfer Indonesia yang terdiri dari Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, Cagar Biosfer Cibodas dan Cagar Biosfer Wakatobi.

Selain itu memasukan rencana kawasan Bantimurung Saraung Maros Pangkep sebagai  bagian dari World Network of Biosphere Reserves (WNBR). Juga menyampaikan laporan  Indonesia (country report) dalam  mengimplementasikan Lima Action Plan (LAP).  

“Indonesia kembali menegaskan bahwa siap  untuk berkolaborasi dalam program MAB terlebih dalam menghadapi tantangan ke depan. Ikut melestarikan keanekaragaman hayati, serta tentunya berupaya mendorong  penggunaan  sumber daya alam dan jasa ekosistem secara berkelanjutan,” ungkap Anang S. Achmadi selaku Delegasi dari Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi BRIN.