Tempat sama, Direktur Eksekutif Yayasan BaKTI, Muh Yusran Laitupa mengatakan secara substansi pihaknya telah bekerja sama dengan Yayasan Rumpun Perempuan Sulawesi Tenggara.
Program kemitraan Australia-Indonesia menuju masyarakat inklusif (INKLUSI) merupakan satu dari upaya penghapusan diskriminasi dan kekerasan terhadap kelompok rentan dan minoritas demi pembangunan yang inklusif.
Pembangunan inklusif merupakan sebuah proses yang mendorong perbaikan kesejahteraan masyarakat, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi sosial, politik, dan kesehatan tanpa membedakan satu dengan yang lain (kesetaraan gender), baik sebagai objek maupun subjek.
Proses yang melibatkan semua pihak ini, akan berdampak pada individu/kelompok rentan agar memiliki/mempunyai motivasi untuk berkontribusi terhadap proses pembangunan.
"Ciri-ciri dari pembangunan inklusif dapat dilihat pada, ada tidaknya jaminan aksesibilitas, partisipasi aktif dan penuh, perlakuan non diskriminatif, kesamaan kesempatan, penghargaan terhadap keberagaman, serta penghargaan terhadap martabat yang melekat pada diri seseorang saat proses pembangunan berlangsung," terangnya.
