Yusran menjelaskan, sebagai yayasan lembaga donor, pemerintah dan masyarakat untuk bisa mengakses informasi, bertemu dan berdiskusi mengenai isu-isu pembangunan serta prioritas yang mempengaruhi pengambilan keputusan dan lebih mendukung aktivitas pembangunan yang berbasis pengetahuan.
Pihaknya telah bekerja sama enam mitra Yayasan BaKTI dalam menjalankan program INKLUSI di antaranya YLP2EM (Yayasan Lembaga Pengkajian Pengembangan Ekonomi dan Masyarakat) Parepare, YESMa (Yayasan Eran Sangbure Mayang) Tana Toraja, Rumah Generasi Ambon, RPS (Rumpun Perempuan Sulawesi Tenggara) Kota Kendari, UDN (Yayasan Ume Daya Nusantara) Kupang, dan LRC (Lombok Research Center) Lombok Timur.
Baca Juga: Lowongan Kerja Kendari: Dibutuhkan Freelancer Bagi Mahasiswa Tingkat Akhir, Ini Syaratnya
Sementara itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mendukung penuh program/kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Rumpun Perempuan Indonesia, khususnya Sulawesi Tenggara dalam menyelesaikan sekat-sekat guna memperjuangkan hak-hak kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, marjinal, lansia, perempuan dan anak.
"Pemerintah dalam hal ini merespon penuh dalam pembangunan inklusi, agar setiap masyarakat mendapatkan haknya dalam pemerataan kesejahteraan ekonomi, sosial, politik maupun kesehatan," tutupnya.
