Baca juga: Kasus Kematian Randi-Yusuf Belum Tuntas, Kapolda Diminta Proses Semua yang Terlibat

Di mana, kata dia, diharapkan gedung yang akan terwujud ini akan dipresentasikan bagaimana kondisinya dan sesuai estetika Provinsi Sultra.

"Tugas utama dari TABG ini mereka akan memeriksa hasil desain kita, baik infrastruktur maupun elektrikal dan lainnya terkait agar memenuhi standar pembangunan gedung ini. Setidaknya bagaimana kita mengakomodir jika terjadi kebakaran, gempa dan sebagainya," ungkapnya.

Untuk saat ini, Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sultra ini melanjutkan, unsur TABG ini rata-rata dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, karena yang paling dekat hanya Unhas yang memiliki sertifikat. Namun, ke depan diharapkan ada Universitas di Kendari yang juga sudah memiliki sertifikat tersebut.

"Mereka akan menuangkan ilmu mereka bahwa desain inilah yang sesuai kaidah-kaidah teknologi yang ada. Di sini kita butuhkan ahli geologi, ahli infrastruktur, ahli gempa dan sebagainya. Hanya saja TABG itu kita komunikasikan dengan kementerian PUPR juga," lanjutnya.