Ia menyebut tak berniat memviralkan video itu, ia lantas membagikan video miliknya ke grup WhatsApp yang di dalamnya berisi ketua RT di lingkungan Kelurahan Bende.

Ia menilai jika pembangunan labkesda tersebut tak ada sama sekali informasi, pertemuan ataupun sosialisi yang dilakukan pemkot pada masyarakat.

"Kami para RT dan RW bertanya-tanya, puskesmas dipindahkan keluar, eks puskesmas dibangun sesuatu. Tolong jangan membangun di wilayah padat penduduk, tidak bisa mau membangun sendiri," tegasnya.

Selain menyesalkan aroma tidak sedap, ia juga menyayangkan pembangunan labkesda itu menimbulkan suara bising bahkan suara Adzan pun tak kedengaran.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, drg Rahminingrum mengatakan, labkesda selama ini hanya melakukan pemeriksaan kualitas air untuk galon isi ulang. Ia menilai instalasi pengelolaan limbah medis (IPAL) tersebut memiliki kolam pengontrol yang dilakukan dengan beberapa perlakuan dan penyaringan.