Salah satu pimpinan ormas, Supriadin menyampaikan, pembangunan patung Oputa Yii Koo tidak menggambarkan seluruh etnis Sulawesi Tenggara.

"Alangkah lebih baiknya jika patung yang bangun adalah patung Halu Oleo yang lebih menggambarkan seluruh etnis Sulawesi Tenggara," bebernya.

Irfan Konggoasa, salah satu pimpinan ormas lainnya menentang keras pembangunan patung tersebut dan meminta agar segera dihentikan pembangunannya.

"Kami hadir di sini, hanya meminta agar pembagunan patung segera dihentikan," bebernya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Nursalam Lada menanggapi tuntutan demonstran yang sepakat apabila pembangunan patung Oputa Yii Ko dihentikan sementara, jika menyebabkan konflik kebudayaan.