“Sejauh ini sudah tiga dokumen yang telah rampung, yakni dokumen feasibility study (FS), studi kelayakan, dan detail engineering design (DED),” beber Insanu.
Perampungan keselurahan dokumen penting ditargetkan tahun 2025 ini, sehingga pada tahun 2026 pembangunan pelabuhan sudah dapat dikerjakan.
Baca Juga: Pemkab Muna Siapkan Lahan 44 Hektare untuk Sekolah Rakyat di Motewe
Kendati masih terkendala pada dokumen, namun Insanu memastikan pembangunan pelabuhan ferry di Pulau Batu Atas sudah masuk dalam rencana induk pelabuhan nasional (RIPN).
Proyek yang menelan anggaran Rp 40 miliar ini bersifat multiyears, sebab mendatangkan material ke Pulau Batu Atas cukup memakan waktu lama. Perihal hibah tanah telah dituntaskan oleh Dishub melalui lobi dan negosiasi bersama pihak terkait.
