MUNA BARAT, TELISIK.ID - Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat, Bahri serba hati-hati dalam melaksanakan pembangunan pusat perkantoran Bumi Praja Laworoku, rumah jabatan (Rujab) bupati, wakil bupati, pimpinan DPRD, kantor DPRD, mall pelayanan publik dan masjid raya.

Direktur Perencanaan Keuangan Daerah, Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) itu, tidak mau ada yang salah terhadap mega proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 75,5 miliar.

Karenanya, dalam proses perencanaan, lelang dan pelaksanaan, ia meminta pendampingan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Tenggara dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna.

Baca Juga: Resmi Dibuka, STQH Kabupaten Muna Barat Ajang Tingkatkan Kualitas Diri

"Kita kedepankan kehati-hatian, agar nantinya tidak ada menimbulkan kerugian keuangan negara," kata Bahri, Sabtu (20/5/2023).