BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Proyek pembangunan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kelurahan Busoa, Kabupaten Buton Selatan (Busel) kini terbengkalai.

Padahal miliaran rupiah uang negara yang dititip di Bank Tabungan Negara (BTN) melalui program sejuta rumah Presiden Joko Widodo, telah dikucurkan melalui kredit pembelian lahan dan kredit pembangunan konstruksi di proyek nomor: 939/S/KDR.III/CSMU/SP2K/IV/2018, tertanggal 18 April 2018, kepada PT Kapten Mustajab Kontrakindo selaku developer.

Pada surat persetujuan kredit menyebutkan, total anggaran yang disetujui BTN ke PT Kapten Mustajab Kontrakindo sebesar Rp 6,2 miliar dengan rincian, Rp 2 miliar kredit pembelian lahan (KPL) dan Rp. 4,2 miliar kredit konstruksi (KYG). Namun untuk anggaran kredit konstruksi baru bisa dicairkan 20 persen atau Rp 800 juta. Sedang untuk anggaran kredit lahan langsung dibayarkan seutuhnya.

Belum diketahui pasti alasan mengapa proyek pembangunan terbengkalai. Pihak pengembang atau kreditur yang ditunjuk Bank BTN, PT Kapten Mustajab Kontrakindo, juga terkesan tak peduli lagi dengan pembangunan tersebut.

Saat berusaha dikonfirmasi, Direktur PT Kapten Mustajab Kontrakindo, Adnan Mustajab, tak mengangkat sambungan telepon dari awak media. Padahal dirinya adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas mangkraknya proyek tersebut.