Ketua Desa Adat Eka Buana, Gede Putu Widiana menerangkan, jika desa adat sangat kuat dan mendukung proses pelaksanaan keagamaan.

Ia juga mengatakan, terbentuknya desa adat ini masih zaman kerajaan, sampai saat ini masih eksis di daerah perantauan dimanapun mereka berada. 

"Jumlah kami saat ini di desa adat ini, kurang lebih dua ribu jiwa, yang tersebar di tujuh desa dan dua kecamatan yakni Loea dan Ladongi. Kami juga merasa bersyukur dan bangga, karena Pak Bupati menerima perbedaan dan kemajemukan di Kolaka Timur ini," tuturnya.

Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis mengapresiasi dan menghormati semangat dan mimpi besar pengurus adat yang menginisiasi sehingga bisa ada pembangunan rehab secara total gedung ini.

“Kalau mau membangun jangan berfikir bagaimana dana dulu. Tetapi dengan kemauan dan tekad yang kuat, dengan niat suci semua pemangku seperti yang ditunjukkan hari ini, semua bisa terlaksana. Dan pemerintah daerah akan mensupport hal ini,” ucapnya.