Azis mengatakan, dirinya hadir di Kolaka Timur untuk menjadi pemimpin semua masyarakat tanpa harus membedakan suku, agama, golongan dan lain sebagainya. 

Baca Juga: Pemda Kolaka Timur Tindak Lanjuti Kasus Pemukulan Kadis oleh Kabidnya

“Cemburu dan curiga itu ibarat rayap yang akan merusak pondasi cinta. Perbedaan itu adalah hal biasa, tapi bagaimana kita bisa persepsi dalam membangun Kolaka Timur ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Koltim Made Mulyana S.Pd, mengatakan, gedung Wantilan lama yang sudah berdiri hampir 50 tahun dan baru akan direhab total ini, sangatlah berarti bagi seluruh masyarakat Adat Eka Buana.

"Gedung yang lama ini sangat memiliki sejarah untuk kita," ujarnya. (A-Adv)