Kondisi itu membuat Haji Sitti Denratan tidak lagi menyiapkan dagangan dalam jumlah banyak. Ia memilih menyesuaikan stok dengan kondisi penjualan agar barang yang tersisa tidak terlalu banyak.
Meski pembeli belum ramai, ia tetap berjualan setiap hari untuk memperoleh penghasilan. Ia berharap aktivitas perdagangan di Pasar Sentral Wua-wua kembali meningkat sehingga pedagang memiliki lebih banyak kesempatan untuk menjual dagangannya.
“Harapannya pembeli bisa ramai, supaya pendapatan juga bisa kembali meningkat,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Hawatir (48), pedagang pakaian bekas yang menjual baju dan celana di Pasar Sentral Wua-wua. Ia mengatakan pendapatannya dari berjualan belum menentu karena jumlah pembeli yang datang masih terbatas.
Hawatir sebelumnya berjualan di Pasar Korem, Jalan Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari. Ia kemudian pindah ke Pasar Sentral Wua-Wua pada Februari 2025.
