"Kami warga pinggiran pantai By Pass sangat terganggu oleh suara motor knalpot. Bahkan karaoke pinggiran pantai, biar sudah tengah malam sampai jam satu malam masih terus bunyi keras, dan ini sangat menganggu waktu istirahat kami. Tapi pemerintah seolah tutup mata dengan masalah ini," keluhnya.

Baca juga: Positif COVID-19, Plt Kadis Kesehatan Sultra Minta Didoakan

Hal senada diungkapkan Rahma, salah seorang pedagang bakso bakar. Dia mengaku setiap malam mobil Tim Satgas melintas dan menyampaikan sosialisasi pencegahan COVID-19.

"Tapi hanya melintas saja, tidak pernah singgah untuk membubarkan kami yang berjualan di tambat labuh. Karena tidak ada yang bubar, saya juga tetap berjualan sampai jam dua belas atau jam satu malam," tuturnya.

Ironisnya, tiga orang petugas dari Dinas Perhubungan Kota Kendari yang menggunakan seragam lengkap, masih memungut retribusi parkir kepada setiap kendaraan dan pedagang yang masuk di dermaga tambat labuh hingga larut malam, seolah tidak mengindahkan pemberlakuan jam malam.