Baca Juga: Mualaf: Dipisahkan dengan Anak Hingga Memilih Islam
Pria yang akrab disapa Ustaz Wayan ini mengaku, meski tak menerima gaji sepeserpun, ia merasa bertanggung jawab untuk membimbing para mualaf di wilayahnya.
“Mualaf Center Sulawesi Tenggara didirikan karena prihatin dengan mualaf. Kami memberikan pembinaan adalah visi utama,” katanya.
Setelah bersyahadat, beberapa mualaf yang sulit terjangkau ia titipkan di majelis taklim terdekat dari tempat tinggalnya untuk turut dibina ilmu dan ibadah Islamnya. Hal utama yang ingin ia pastikan setelah mualaf bersyahadat adalah ibadah salat lima waktu.
Ibadah salat menjadi kewajiban dasar dan tiang agama yang mesti dilakukan semua Muslim, termasuk mualaf. Ustaz Wayan juga membimbing para mualaf untuk menunaikan kewajiban zakat mereka.
