Selain itu, Wayan memastikan para mualaf punya akidah murni Ahlussunnah Waljama’ah, tanpa terkontaminasi pemahaman yang salah di luar itu.
Ibadah lain yang menjadi prioritas untuk dibina adalah puasa, khususnya di bulan Ramadan. Menurutnya, puasa adalah gambaran takwa seorang muslim kepada Allah SWT.
Ia menjelaskan, puasa pada hakikatnya adalah menahan hawa nafsu. Manusia diciptakan dengan dua sifat, akal dan nafsu. Seorang manusia bisa lebih mulia daripada malaikat manakala ia mengekang hawa nafsunya.
Seperti halnya yang dijelaskan dalam Al-Qur'an.
“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya),” (Qs. an-Nazi’at [79]: 40-41).
