Selain itu, Edy Suharmanto juga menegaskan, agar pasokan cabai tidak keluar dari wilayah Bombana maka langkah preventif dilakukan untuk mencegah terjadinya inflasi harga cabai di Bombana.
"Kita harus berkomitmen untuk menjaga cabai kita di Bombana, tidak hanya untuk kebutuhan lokal tapi juga untuk menjaga keseimbangan harga," tambahnya.
Dinas Pertanian pada acara ini memberikan dukungan nyata dalam upaya mengoptimalkan produksi cabai di Bombana.
Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Kabupaten Bombana dapat menjadi sentra produksi cabai yang berkelanjutan dan mampu memenuhi kebutuhan pasokan lokal tanpa menimbulkan gejolak harga yang merugikan.
Menurut data inflasi cabai Bombana saat ini berada pada angka 0,08 persen, dimana angka tersebut mendekati posisi stabil.
