Program ini juga memberikan manfaat bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bombana. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggandeng UMKM lokal untuk menyediakan bahan makanan, yang turut mendukung perekonomian masyarakat setempat.

“Ada juga pemberdayaan UMKM di sini, selain memenuhi kebutuhan gizi siswa,” tambah Megawati.

Pelaku UMKM, seperti pedagang kecil dan produsen makanan lokal, merasakan peningkatan pendapatan karena terlibat dalam penyediaan kebutuhan program ini.

Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Keberhasilan program ini memotivasi Pemerintah Kabupaten Bombana untuk memperluas cakupannya pada 2025. Tidak hanya untuk siswa PAUD, program ini juga akan mencakup siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah.