“Rencananya, di tahun depan cakupannya akan diperluas. Kami ingin memastikan tidak ada anak yang kekurangan gizi, baik di perkotaan maupun di pedesaan,” ungkap Megawati.

Pemerintah daerah juga sedang menyusun strategi untuk menambah alokasi anggaran, sehingga program ini dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau lebih banyak siswa.
Program inovatif ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan menggandeng UMKM, Bombana tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi masyarakat luas.
