Pada kegiatan itu, para peserta PKK termasuk para kader menerima pelatihan khusus dalam penanganan stunting, agar kedepannya bisa membantu pemerintah daerah dalam penekanan kasus stunting di Bombana.
Menurut data yang dikeluarkan oleh SSGI, stunting di Kabupaten Bombana masih sangat tinggi, yaitu sekitar 35 persen. Setelah mengadakan verifikasi mandiri oleh Pemda Bombana dan mengadakan program-program seperti Bapak Asuh dan Bunda Asuh by name-by address, pemberian gizi, dan program PKK melalui gerobak dahsyat.
Baca Juga: Pengembangan Rumput Laut di Bombana Dioptimalkan
"Ini membuat saya agak panik. Menurut penilaian saya, Bombana ini harusnya tidak setinggi ini. Oleh sebab itu pemerintah selalu intervensi melalui program-program dan harus dipush," ungkap Penjabat (Pj) Bupati Bombana, Burhanuddin.
Burhanuddin menerangkan, salah satu inovasi baru yang dibuat oleh pemerintah dalam program penanganan stunting adalah membuka satu klinik khusus stunting di RSUD. Semua masalah yang tidak dapat ditangani oleh puskesmas, posyandu, itu bisa datang ke klinik dan bebas biaya.
