Sekda menuturkan, dalam rangka stabilisasi pasokan dan serta pengendalian inflasi tahun 2023, Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional (BPN) yang bekerjasama dengan pemerintah daerah melakukan langkah-langkah aksi di lapangan, antara lain melalui kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui gerakan pangan murah (SPHP-GPM).

Sekda menambahkan, pasar murah diprioritaskan di lokasi barometer inflasi, dan wilayah-wilayah yang melalui gangguan dan gejolak pasokan dan harga pangan.

"Agar pelaksanaan kegiatan lebih optimal, SPHP-GPM perlu melibatkan stakeholder terkait seperti Perum Bulog, id food, petani/poktan/gapoktan/distributor/asosiasi dan pelaku usaha pangan lainnya serta dinas atau instansi terkait," ujarnya.

Lanjut Sekda, berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh Satgas Pangan Kolaka Timur melaui Dinas Ketahanan Pangan, dari dua titik pantau yaitu pasar tirawuta dan pasar ladongi, menunjukkan harga 11 bahan pokok di Kolaka Timur, ada beberapa yang mengalami lonjakan kenaikan harga yang cukup signifikan.

"Lonjakan harga pangan di beberapa bahan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti dampak pasca kenaikan harga BBM, kenaikan biaya angkutan laut dan biaya transportasi dari komoditas pangan, serta adanya kelangkaan beberapa komoditas pangan menghadapi hari besar keagamaan yaitu hari raya Idhul Adha 1444 H," pungkasnya.