Muchtar menyatakan, dirinya tidak mempermasalahkan jika tupoksi Bidang Kebudayaan dialihkan ke staf lain, asalkan itu dibicarakan lebih dulu dengannya.
"Jadi di kantor itu saya sama sekali tidak pernah dilibatkan kegiatan apapun oleh kadis," tambahnya.
Muchtar membeberkan, semua kabid di Dinas Pendidikan Kolaka Timur diberi SK penugasan sebagai PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan), namun hanya dirinya selaku Kabid Kebudayaan yang tidak ditunjuk melalui SK selaku PPTK, melainkan hanya dialihkan ke staf lain dalam hal ini bawahan Muchtar.
“PPTK itu jabatan yang melekat di tupoksi. Seluruh kantor atau OPD kalau masih ada kepala bidang maka dia (sekaligus) PPTK-nya. Di kantor semua kepala bidang itu adalah PPTK, (hanya) saya yang bukan,” ungkap Muchtar.
Muchtar mengaku sangat kesal kepada Herman selaku kadis yang seolah memperlakukannya hanya sebagai pajangan, tidak difungsikan sama sekali sebagai Kabid Kebudayaan.
