"Setiap tahap penyaluran, total anggaran yang dicairkan sebesar Rp 5.071.000.000. Karena tiga tahap, jadi jumlahnya Rp 15 miliar. Kita salurkan di 239 desa, minus 52 desa yang sampai hari ini blokir DD-nya masih belum dibuka oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI," terangnya.
Baca juga: Syeh Ali Jaber Bakal Dikawal Ketat Ceramah di Malang dan Jember
Lanjutnya menjelaskan, penyaluran BLT-DD di masa pandemi, awalnya hanya akan disalurkan untuk hitungan tiga tahap saja, yakni periode April-Juni 2020. Namun, ada penambahan waktu terkait pencairan BLT-DD selama tiga bulan.
Tepatnya, pasca Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes-PDTT) RI, melakukan revisi atas pedoman penggunaan dana desa (DD) tahun 2020.
"Terkait penerima BLT, kita mengacu pada surat edaran (SE) Menteri Desa saja. Kriterianya saya pikir tidak akan jauh berbeda dengan syarat yang lalu," terangnya.
