"Serta memastikan tidak ada pungutan atau gratis," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Muna Barat, La Ode Mahajaya mengatakan, pembangunan Puskemas Bero anggarannya mencapai Rp 3 miliar itu berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Anggaran sebanyak itu sudah termasuk dengan fasilitas perumahan untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Bero. Sementara untuk alat kesehatannya, pihaknya berupaya meminta petunjuk ke Kemenkes RI.
"Jadi anggaran ini dikhususkan untuk pembangunan fisik, untuk alat kesehatan apakah nanti bantuan dari Kemenkes atau kita anggarkan dalam DAK 2024," ungkapnya, Rabu (12/7/2023).
Mahajaya katakan, anggaran untuk pembangunan Puskesmas Bero ini telah dipersiapkan, namun anggaran itu belum mencukupi, pasalnya diawal penganggaran sebanyak Rp 1 miliar, sehingga pembangunan belum terselesaikan.
