"Untuk Anggaran sumur bor itu mencapai Rp 125 juta," ungkap Nestor.
Nestor mengharapkan, ke depannya ada sinergitas antar pemerintah desa dan Dinas Pertanian dalam mengatasi persoalan dan kendala yang ditemukan oleh para petani.
"Misalnya untuk pembibitan, mungkin tiap desa nanti bisa anggarkan, sehingga keluhan para petani ini dapat ditangani," pungkasnya.
Baca Juga: Caleg Perempuan Muna Barat Optimis Perjuangkan Kemajuan Daerah
Selanjutnya, salah satu masyarakat Kecamatan Sawerigadi, Yasmadi mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang selalu cepat dalam menangani keluhan, khususnya di bidang pertanian.
