Keunikan Desa Panglipuran yaitu pesona deretan tanaman hijau, udara dan pemandangan akan semakin terasa sejuk dan asri dengan pemandangan pagar tanaman yang menghiasi seluruh area desa.

Pengeliling dilarang menggunakan kendaraan bermotor untuk menjaga desa tetap bebas polusi. Disediakan tempat sampah setiap 30 meter, untuk mencegah pengunjung membuang sampah sembarangan.

Kemudian di desa itu menjunjung nilai-nilai luhur tata ruang dengan mengusung patokan adat dengan konsep Tri Mandala. Hutan bambu yang jadi pelindung desa dan terdapat Penglipuran village Festival yang diselenggarakan akhir tahun dengan rangkaian kegiatan yang beragam mulai dari parade pakaian Bali, barong ngelawang, parade seni dan budaya, dan berbagai lomba lainnya.

Bahri mengatakan, hal utama yang didapatkan setelah mengunjungi dan berkeliling desa Penglipuran adalah terdapat pentingnya komitmen dan kemitraan dari pemerintah desa dalam memajukan usaha pariwisata disertai dengan inovasi produk dan jasa yang akan diberikan kepada masyarakat.

Desa Panglipuran sebagai salah satu desa wisata dan desa adat yang mampu mengembangkan wisatanya, dan dapat memberikan tips keberhasilan pengelolaan wisata antara lain sikap gotong royong, musyawarah mufakat, kompak saling percaya, dan tindak lanjut  yang harus rutin dilakukan.