KENDARI, TELISIK.ID - Persoalan akan mekarnya Provinsi Kepulauan Buton semakin hangat untuk di perbincangkan. Bukan hanya sekedar wacana namun, ini akan menjadi kenyataan. Jika tidak terganjal oleh Kebijakan, moratorium pemekaran daerah oleh pemerintah pusat.
Mantan Wali Kota Baubau, dua periode (2003-2013), Amirul Tamim berpendapat bahwa, aspek historis kawasan Kepulauan Buton (Kepton), tidak terlepas dari perjalanan sejarahnya, gerak ekonomi wilayah tersebut tidak berorientasi ke ibukota pemerintahan saat ini yakni Kota Kendari.
"Dalam perjalanan sejarah Kepton, gerak ekonomi wilayah tersebut tidak berorientasi di Kendari sebagai pusat ibukota. Tetapi, yang tidak kalah pentingnya untuk mempercepat kemajuan jazirah Tenggara Sulawesi, kalau kita ibaratkan, jazirah tenggara ini hanya satu mesin penggerak yaitu, mesin Sultra bila ditambah satu mesin lagi yang kita namakan Kepton, ini akan lebih cepat majunya," ungkapnya, Rabu (2/1/2020).
Amirul Tamim memberikan contoh bahwa, dengan adanya pemekaran seperti Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan Sulawesi Barat (Sulbar), Sulawesi Utara (Sulut) dengan Gorontalo, Maluku dengan Maluku Utara.
"Kita ingin seperti itu untuk kepentingan generasi Sultra yang akan datang. Dalam persaingan dan perubahan yang begitu cepat," kata Amirul.
