“Kami kumpulkan asosiasi PPIU untuk menjadi perhatian kepada pelaku bisnis travel. Kami minta kepada asosiasi jangan dulu memilih penerbangan transit seperti ke Malaysia atau Singapura,” kata Dahnil.
Menurut dia, jumlah jemaah umrah Indonesia yang menggunakan penerbangan transit melalui Malaysia dan Singapura diperkirakan mencapai 70 ribu orang. Pemerintah menilai pengalihan sebagian perjalanan tersebut ke maskapai nasional dapat mendukung industri penerbangan dalam negeri.
“Jemaah yang transit di Malaysia dan Singapura cukup besar, 70 ribuan. Jika itu diarahkan ke penerbangan nasional juga membantu ekonomi nasional kita. Kita harus dorong dua maskapai nasional kita, yaitu Lion dan Garuda,” ujarnya.
Kemenhaj mendorong Garuda Indonesia dan Lion Air meningkatkan pelayanan serta menawarkan harga yang kompetitif. Kedua maskapai tersebut diharapkan mampu memperkuat pasar domestik sekaligus bersaing di tingkat internasional.
“Garuda dan Lion harus meningkatkan layanan dan harga harus kompetitif. Makanya kami hadirkan dirut Garuda, Lion, dan Angkasa Pura,” tutur Dahnil.
