“Berbeda dengan Indonesia, IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mampu mencapai 0,5 persen sampai akhir tahun 2020. Angka ini jauh dari proyeksi oemerintah sebesar 5,1 persen. Kasus harian yang berada di angka 1000 lebih kasus dalam beberapa pekan terakhir ditambah penyerapan anggaran penangan Covid-19 menjadi penyebab utamanya," ungkap Wakil Ketua MPR ini.

Baca juga: Resmi Jadi Masjid, 24 Juli Hagia Sophia Gelar Shalat Berjamaah Perdana

Mantan Menteri Koperasi dan UMKM itu mendorong Pemerintah Jokowi untuk lebih berkonsentrasi dalam menekan laju penyebaran COVID-19 yang sudah mencapai 74.018 kasus pada Sabtu (11/7/2020), catat tertinggi COVID-9 di Asean.

Realisasikan anggaran kesehatan dan bantuan sosial, secara maksimal baik bagi masyarakat maupun pelaku UMKM dan Koperasi yang sudah dianggarkan sebesar Rp 695.2 Trilliun.

Pelaku UMKM dan koperasi di Indonesia mencapai 97% unit dan menyerap pekerja paling tinggi dari total keseluruhan angkatan kerja.