KENDARI, TELISIK.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus memperkuat konsolidasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya.  

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, menilai stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai usia, melainkan cerminan dari kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

"Stunting adalah indikator multidimensi. Ia mencerminkan kondisi gizi, pola asuh, sanitasi, hingga ketahanan pangan keluarga. Karena itu, penanganannya tidak bisa parsial, tetapi harus kolaboratif dan berkelanjutan,” ujar Amir di Kendari, Senin (20/10/2025).  

Baca Juga: Relawan B8 Center Sultra Rayakan Satu Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

Dampak stunting, menurut Amir, sangat luas dan berpengaruh terhadap masa depan generasi muda. Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki kemampuan kognitif rendah, produktivitas menurun, serta rentan terhadap penyakit tidak menular di usia dewasa.