Ia menilai, pengurangan akun anonim dapat menjadi salah satu langkah untuk menekan penyebaran disinformasi, fitnah, dan kebohongan di ruang digital.
Namun, Qodari belum menjelaskan bentuk aturan maupun mekanisme teknis yang akan digunakan apabila usulan tersebut diterapkan.
"Jadi intinya sih saya percaya bahwa kalau anonimitas itu kita buat tidak anonim ya, maka kemudian hoax itu akan berkurang. Tapi bagaimana mekanismenya nanti kita pikirkan dan pertimbangkan," ungkapnya.
Qodari juga menegaskan bahwa persoalan disinformasi, fitnah, dan kebohongan atau DFK menjadi tantangan bersama dalam ekosistem informasi.
"Intinya sih DFK (disinformasi, fitnah, dan kebohongan) adalah musuh kita bersama. Pers itu kawan, media sosial itu kawan, tapi DFK pasti lawan, pasti musuh karena kan sesuai dengan namanya dia kan hoax dan fitnah ya, tidak sesuai fakta, dia tidak punya peristiwa," ucap Qodari.
