“Pupuk subsidi adalah salah satu prioritas pemerintah untuk mendukung para petani. Kami juga memastikan tidak ada kelangkaan atau kendala distribusi di lapangan. Jika ada masalah, petani dapat langsung melaporkannya melalui penyuluh di wilayah masing-masing,” tambahnya.
Rusdin mengingatkan bahwa waktu tanam yang tepat sangat penting untuk memastikan hasil panen yang maksimal. Dengan kondisi cuaca saat ini tidak menentu, para petani diharapkan tidak menunda proses tanam agar dapat memanfaatkan momentum musim tanam pertama (MT 1) dengan optimal.
“Kami berharap petani tetap semangat dan optimis dalam bertani. Pemerintah daerah bersama penyuluh pertanian siap mendampingi dan memberikan solusi atas kendala yang mungkin dihadapi,” harapnya.
Sebelumnya Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pemerintah mengalokasi pupuk subsidi sebesar 9,55 juta ton seperti tertuang dalam Kepmentan 644/2024 yang terdiri dari pupuk Urea, NPK, NPK Formula Khusus, dan Organik.
“Per 1 Januari (2025) Pupuk Subsidi sudah siap ditebus. Petani yang terdaftar dalam eRDKK dapat menebus pupuk bersubsidi sesuai jatah yang ditetapkan di kios pengecer setempat,” ujarnya, saat mengunjungi Bendungan Ameroro, Konawe, Jumat (27/12/2024).
