“Dengan absensi seperti itu, tidak bisa dipastikan apakah yang hadir benar-benar warga setempat dan apakah sudah sesuai aturan satu KK satu suara,” katanya.
Warga juga menduga adanya praktik politik uang berupa pembagian sembako yang dilakukan oleh salah satu kandidat Ketua RT, Sholihin (Nomor Urut 01), sebelum atau saat pemilihan berlangsung.
“Pemilih diduga menerima sembako berupa 5 liter beras, minyak goreng, dan gula pasir. Kami memiliki bukti berupa pesan WhatsApp, foto, dan rekaman,” ungkap Titi.
Baca Juga: Dugaan Manipulasi Data Alumni UHO Kendari di PDDikti, Ketua Jurusan Teknik Sipil: Saya Tidak Tahu
Praktik tersebut dinilai mencederai nilai demokrasi lokal serta berpotensi memecah keharmonisan antar warga.
